Saturday, 17 December 2016

belajar efektif


Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
DMCPGW  = Doa, metode, cHunking, Pengulangan,Gaya belajar, Waktu
  dayung mantap ceria pakuan  ganti wanita



Cara Belajar yang Efektif, Efisien, Menyenangkan, dan Sukses- Sahabat Pembaca, menurut KBBI belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Bagaimana cara agar belajar kita efektif ( dapat membawa hasil/berhasil/sukses ), efisien ( tepat menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), dan menyenangkan ?. Semua orang memiliki trik sukses belajar yang  berbeda dan setiap orang memiliki cara tersendiri yang unik walaupun pada dasarnya sama yakni untuk mencapai tujuan bisa paham akan hal yang dipelajarinya. Namun pasti ada beberapa teknik dan metode yang lebih efektif, efesien, dan menyenangkan daripada yang lain.

Jadi apa cara yang terbaik untuk memfasilitasi agar  pengetahuan dapat masuk dan berkembang di dalam memori kita secara abadi ? Apakah ada suatu teknik/metodologi belajar yang terbukti jitu untuk diterapkan ke semua subjek belajar? Apa cara belajar yang terbaik untuk Anda?

Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
 Belajar Efektif, Efisien, dan Menyenangkan via Akademi Farmasi

Metode/Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan

1. Berdo'a

Berdo'alah sebelum melakukan sesuatu,dalam hal ini berdo'alah sebelum belajar.Do'a merupakan kekuatan yang sangat ampuh agar kita dapat sukses dalam belajar. Dengan berdo'a sebelum belajar,maka pikiran dan hati kita tenang. Dengan meminta petunjuk dari yang memberi nikmat akal pikiran, juga merupakan/sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya.

2. Kenali metode berpikir

Sebelum Anda mengenali cara belajar yang selama ini Anda gunakan, sebaiknya ketahui dulu tentang metode berpikir kita atau bisa juga disebut model berpikir kita. Adapun metode berpikir yang saya maksud yaitu metode fokus dan difus

a. Metode berpikir fokus

Metode berpikir fokus adalah metode berpikir yang terpusat pada satu objek. Metode fokus sering yang terjadi/kita lakukan ketika kita belajar tentang ilmu pengetahuan yang membutuhkan perhatian penuh. Misalnya saat kita membaca buku, menghafal sesuatu, memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Guru, menonton televisi, dan lain sebagainya yang membutuhkan konsentrasi.

b. Metode berpikir difus

Di kamuskesehatan.com, difus berarti menyebar, tidak terlokalisasi atau terbatas; menyebar luas melalui jaringan atau zat. Metode berpikir difus/menyebar mengandung pengertian bahwa dalam mempelajari/mengingat/memahami sesuatu tidak dengan perhatian khusus atau bisa dikatakan cara berpikir di belakang layar.

Contoh kasus :


Artikel Terkait
Tujuan, Manfaat, dan Kelemahan Pembelajaran di Luar Kelas
Pengertian dan Contoh Metode Belajar Sambil Bermain
Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
9 Cara Mengajari Anak Agar Cepat Bisa Membaca
Biasanya Hari Pertama Masuk Sekolah Disuruh Mengarang oleh Bapak/Ibu Guru


Fulan adalah Siswa Kelas 6, pada jam kegiatan belajar matematika di sekolahnya,dia kurang paham dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Pada jam istirahat, sambil menikmati jajan yang dibelinya, diam-diam si Fulan masih memutar otak pikirannya untuk memecahkan masalah/memahami tentang pelajaran matematika yang belum dipahaminya. Akhirnya si Fulan pun kini sudah mengerti/paham tentang materi matematika tersebut.
Saat Priyo akan berangkat kuliah, dia kebingungan karena lupa kunci/kontak sepeda motornya ditaruh di mana. Dia mondar-mandir mencari kunci tersebut. Sudah dicari di  tempat mana pun tetapi belum juga ditemukannya. Dengan rasa kesal dan lelah akhirnya Priyo ke dapur untuk mengambil air minum.Saat Priyo sedang meminum air, tiba-tiba dia ingat bahwa kunci sepeda motornya kemarin di taruh di bawah kasur tempat tidurnya.
Pada contoh kasus yang pertama si Fulan dapat memahami pelajaran pada saat dia mengerjakan aktivitas yang lain yakni sedang makan jajan. Sedangkan pada contoh kedua,Priyo juga mengingat kuncinya setelah dia melakukan kegiatan yang lain yakni saat minum.Sebenarnya banyak contoh yang lain seperti seorang Ibu ingat jarum pentulnya yang hilang saat Ibu sedang menjalankan Ibadah. Apakah Anda pernah mengalami hal sejenis seperti contoh tersebut?

Metode berpikir fokus dan difus tentunya sering kita lakukan, baik untuk memecahkan suatu masalah yang terkait dengan materi pelajaran maupun masalah hidupdan kehidupan sehari-hari.

2. Chunking

Chunking adalah proses dimana Anda mencoba untuk memahami sesuatu yang kompleks dengan memecahnya dan bekerja pada unit yang lebih kecil ("potongan"). Misalnya, dalam belajar bahasa baru, Anda belajar frase, tata bahasa,  dan lain-lain yang akan membantu Anda membangun kalimat kompleks. Chunking membuat mata pelajaran yang sulit lebih mudah dikelola. Manfaat lain untuk chunking adalah bahwa hal itu dapat membantu Anda dalam chunking masa depan, bahkan ketika Anda belajar sesuatu yang sama sekali berbeda.

Contoh kegiatan:
saat pembelajaran di Sekolah, tulislah kata-kata kunci atau kata penting yang sedang disampaikan oleh Guru
saat belajar di rumah, baca lah buku pelajaran sambil mencatat/membuat ringkasan
pandai-pandai lah membuat akronim sesuai/sesuka Anda, yang penting memudahkan Anda dalam mengingat dan memahami pelajaran

3. Pengulangan

Proses memahami pelajaran seseorang dengan yang lainnya tentunya berbeda.  Ada yang memahami suatu pelajaran dengan cara menghafalkan terlebih dahulu dan ada yang tanpa hafalan. Yang tanpa hafalan biasanya karena begitu membaca langsung hafal dan langsung ke proses pemahaman. Dan hal ini juga tergantung apakah materinya tentang ingatan, pemahaman, penerapan, dan sebagainya.

Contoh kegiatan :
hafalkan kembali materi yang sifatnya ingatan. Lakukan pengulangan/hafalan secara bertahap jika memang Anda merasa lebih nyaman dengan cara menghafal pelajaran dengan cara bertahap, namun jika Anda tipenya lebih hafal dengan cara borongan pun tidak masalah, lakukan sesuka hati Anda, asalkan jangan mengorbankan waktu istirahat/tidur Anda.
telaah/pahami materi pelajaran yang sudah atau belum diajarkan oleh Guru. Jika Anda mempelajari dulu materi yang belum disampaikan oleh Guru, maka Anda akan lebih banyak mengulang, di mana saat Guru menyampaikan materi berarti Anda sudah masuk tahap pengulangan sehingga materi pun dengan cepat Anda kuasai.
4. Gunakan gaya belajar yang sesuai

Pilih lah gaya belajar sesuai selera Anda:
jika Anda sedang belajar di sekolah, maka ini terkait dengan metode maupun media pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Intinya simak/ikuti secara aktif kegiatan pembelajaran tersebut
jika Anda sedang belajar mandiri di rumah, lakukan sesuka hati, misalnya Anda bisa belajar sambil mendengarkan musik, dan sebagainya
Jadi fokus lah pada proses, bukan produk/hasil. Jika Anda menikmati proses belajar, maka hasil belajar akan lebih Anda nikmati secara abadi.

5. Pilih waktu yang tepat
untuk pembelajaran di sekolah tentunya ikuti jadwal yang ada, jangan sampai Anda membolos
untuk belajar di rumah, pilih lah waktu yang tidak menggannggu jam istirahat Anda, misalnya Anda suka belajar di pagi hari, maka tidur lah lebih awal kemudian bangun di dini/pagi hari dan sempat kan untuk belajar
Demikian tentang Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan. Semoga bermanfaat

6 syarat mencari ilmu

B

Ini 6 Syarat Mencari Ilmu
CGSBGW = colek   ganti sabun  bayi  golek wanita


Enam Syarat Mencari Ilmu-Menurut Ali Bin Abi Thalib ada 6 syarat mencari ilmu yakni cerdas, giat/rajin ( semangat ), sabar, bekal ( biaya ), petunjuk dari guru, dan waktu yang lama. Enam sayarat tersebut disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib via syairnya yang terjemahannya " Tidak akan berhasil seseorang dalam mencari ilmu kecuali dengan enam syarat, maka akan saya sampaikan kepadamu keseluruhan syarat-syarat tersebut dengan jelas. Cerdas, giat, sabar, mempunyai biaya, adanya petunjuk dari seorang guru, dan dalam waktu yang lama".

Syarat-syarat tersebut berlaku untuk syarat mencari ilmu agama maupun ilmu umum. Untuk lebih jelasnya simak sedikit penjelasan di bawah ini :

1. Cerdas-Menurut Hasan Sadily, dkk, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1997, halaman 186,cerdas dapat diartikan sebagai sempurna dalam perkembangan akal dan budi (untuk berpikir, mengerti ). Anak/Orang yang cerdas juga dapat diartikan sebagai manusia yang tajam pikirannya, sehingga dapat mengingat, menghafal, dan memahami apa yang dipelajarinya dengan cepat. Selain definisi di atas, Muhammad Said Mursi,pada  Op.Cit, halaman 207 menjelasakan bahwa kecerdasan ( intellegensi ) adalah kemampuan untuk memahami keterkaitan antara berbagai hal, kemampuan untuk mencipta, memperbaharui, mengajar, berpikir, memahami, mengingat, merasakan, berimajinasi, memecahkan permasalahan, dan kemampuan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan dalam berbagai tingkat kesulitan. Dari definisi tersebut sangatlah tepat apa yang dikemukakan oleh Ali Bin Abi Thalib, di mana cerdas ditempatkan pada syarat yang pertama dalam menuntut ilmu. Jika anak/orang memiliki kecerdasan yang tinggi maka akan cepat menyerap ilmu yang sengaja dipelajari maupun yang tidak sengaja dipelajari, sebaliknya jika seseorang memiliki kecerdasan yang rendah maka akan lebih membutuhkan waktu lama dalam menyerap suatu ilmu.

2. Giat ( Rajin; Semangat )- Giat dalam hal ini diartikan sebagai kegigihan dan keuletan/ketekunan dalam menghadapi problem-problem yang ada dalam proses belajar.

Giat Belajar

3. Sabar-Ada beberapa definisi/pengertian sabar sebagai berikut:


Artikel Terkait
Sejarah, Visi Misi, dan Alamat Website Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ) Bandung
Ini 6 Syarat Mencari Ilmu
Pemanfaatan Website Sekolah sebagai Sarana Penunjang Pendidikan
Cara Membuat Web Sekolah Gratis dengan Blogger dan Wordpress
Apakah Semua Guru Wajib Mempunyai Website/Blog ?


Sabar adalah tahan dalam menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, dan tidak patah hati. ( Ibid halaman 158-160 )
Sabar ialah tetap dan teguhnya dorongan keagamaan dalam menghadapi dorongan hawa nafsu. ( Imam Muhyidin An-Nawawi, Al Adzkar, Darul Ihya; Indonesia, hal 4 ).
Definisi sabar menurut bahasa adalah bahwa sabar berasal dari bahasa Arab yakni " Shobaro " yang sudah menjadi bentuk infinitif ( masdar ) " Shobron ". Dari segi bahasa sabar berarti menahan atau mencegah. Kata sabar sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.
Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.( http://islamiyyah.mywibes.com/ )
4. Mempunyai biaya- Mempunyai biaya di sini diartikan sebagai ongkos yang mencukupi untuk biaya hidup, sekiranya orang yang mencari/menuntut ilmu  tidak lagi membutuhkan pertolongan dari orang lain dalam masalah rejeki. Jika pencari ilmu, dalam hal ini para siswa yang masih duduk di bangku SD, SLTP, dan SLTA mungkin masalah biaya sudah ditanggung oleh orang tuanya atau walinya, dengan demikian maka seorang pelajar dapat fokus dalam setiap harinya untuk belajar. Apalagi saat sekarang banyak siswa yang menerima BSM.

Seseorang yang sedang mencari ilmu disyaratkan untuk mempunyai biaya (ongkos). Dimaksudkan supaya orang tersebut bisa berkonsentrasi secara penuh dalam mencari ilmu (belajar) sehingga tidak terganggu dengan pemikiran-pemikiran yang lain yang bisa mengganggu dalam proses belajarnya, seseorang tidak mungkin bisa menuntut ilmu dengan baik apabila dia tidak mempunyai biaya untuk membeli alat-alat kebutuhan belajar, seperti buku pelajaran misalnya, atau seseorang tidak akan bisa belajar dengan tenang apabila dia kekurangan uang untuk kebutuhan sehari-hari, seperti halnya kebutuhan untuk makan. Jadi, kalau secara logika  tidak mungkin seseorang bisa belajar dengan baik apabila konsentrasinya masih terpecah dalam masalah biaya kehidupannya, kalaupun orang tersebut bisa menutupi kekurangannya dalam hal biaya (ongkos) ini dengan bekerja sambilan, tetap saja akan mempengaruhi konsentrasinya dalam belajar, sebab orang tersebut konsentrasinya terpecah antara bagaimana cara mencari biaya hidup dengan bagaimana agar pelajaran yang dia dapat bisa dikuasai dengan baik.


Orang Jawa mengatakan “jer basuki mowo beo”, kesuksesan atau kejayaan tidak akan pernah bisa tercapai kecuali dengan adanya biaya. Kiranya hal ini tepat adanya bila dicocokkan dengan persyaratan bulghoh/bekal,sebagaimana ongkos (biaya) mempunyai andil yang sangat besar dalam mencapai kesuksesan atau kejayaan.

5. Adanya petunjuk dari guru-Guru adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan rohani peserta didik agar mencapai tingkat kedewasaan, sehingga ia mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya (baik sebagai khalifah maupun ‘abd).  Guru bertanggung jawab tidak sebatas dinding sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Hal ini mau tidak mau menuntut guru agar selalu memperhatikan sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didiknya tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi juga di luar sekolah. Dengan kata lain, tugas guru adalah melahirkan atau membentuk manusia yang pandai dan berbudi mulia serta taat kepada Tuhan,sehingga mereka (anak didik) menjadi manusia yang berguna, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, serta yang tidak kalah pentingnya ialah manfaat untuk agamanya sehingga mereka mampu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Guru mempunyai peranan sangat penting dalam proses belajarnya para siswa/pelajar, memang benar ada sesorang yang dapat belajar tanpa guru ( otodidak ), akan tetapi model belajar tanpa guru sangatlah rentan dengan kekeliruan. Menurut saya, jika Anda ingin belajar otodidak tentang kajian ilmu positif apapun dengan sumber buku, internet, dan lain-lain sebaiknya apa yang telah Anda pelajari dan pahami, tanyakanlah tentang kebenarannya  kepada seseorang/guru yang ahli di bidangnya.

6. Waktu yang lama- Yang dimaksud dengan waktu yang lama adalah bahwasanya di dalam mencari ilmu apabila seseorang menginginkan agar benar-benar menguasai suatu ilmu maka haruslah mempelajari ilmu tersebut dalam waktu yang relatif lama, sebab hal-hal yang berhubungan dengan ilmu tersebut sangat banyak sehingga tidak bisa ditempuh dalam waktu yang singkat. Coba Anda hitung berapa banyak disiplin ilmu yang ada dari jenjang pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi baik di jenjang pendidikan formal maupun non formal. Mungkin semakin banyak kita belajar maka kita akan semakin merasa bodoh karena begitu banyaknya ilmu yang sebelumnya kita belum pernah mengetahuinya.

Demikian 6 syarat mencari ilmu, semoga kita bisa meniru Ilmu Padi, yang mana semakin berisi maka semakin menunduk. Semoga bermanfaat

Sumber bacaan : http://library.walisongo.ac.id/

Wednesday, 14 December 2016

Menampilkan Bahan Ajar PowerPoint di Moodle

http://amiroh.web.id/


Menampilkan Bahan Ajar PowerPoint di Moodle
Posted By Amiroh On 13 Feb 2012. Under Moodle, PowerPoint
Tags: Bahan ajar SCORM package di Moodle, download ispring terbaru, free ispring 6, ispring for moodle, ispring presenter for Moodle, mambuat bahan ajar di moodle, menampilkan powerpoint di moodle, mengaupload powerpoint ke moodle, menginstal ispring di moodle, powerpoint package for moodle, SCORM moodle, scorm package moodle
Jika anda biasa memberi materi kepada siswa dalam bentuk bahan ajar PowerPoint (*.pptx) di E-Learning Moodle, maka anda bisa menggunakan dan menampilkan bahan ajar tersebut secara online (langsung) dari Moodle, tanpa harus mendownloadnya terlebih dahulu (dan membacanya secara offline).

iSpring presenter, menyediakan format SCORM 2004r3 yang bisa anda adaptasikan dengan LMS Moodle. iSpring Presenter mengkonversikan File .ppt/pptx anda ke dalam format SWF kemudian mengkompresnya ke dalam format SCORM. Dengan menggunakan format ini, Ukuran Bahan ajar PowerPoint anda akan dikompres hingga 97%, sehingga tampilan presentasi? akan terasa lebih cepat, meski berformat SWF.

Pun, anda tidak perlu kuatir kehilangan semua Efek animasi yang sudah anda pasang di PowerPoint ( XP/2003/2007/2010 (32- and 64-bit) updated). Bahkan, Jika anda menggunakan Hyperlink, Video, Audio, Animation Trigger-pun, tetap akan bisa dijalankan setelah dipublish di Moodle (Silahkan baca yang ini).

Bagaimana cara mengkonversi PowerPoint menggunakan iSpring Presenter? Silakan baca tulisan saya Nikmati Tampilan Flash dari File Presentasi Anda. Saya langsung ke langkah 2 saja (supaya tidak terlalu panjang tulisan ini 🙂 )

Pada langkah 2, berilah centang pada pilihan “Generate SCORMr3 Compliant Course”.
Klik Publish.
Maka anda akan mendapatkan 1 file berformat .zip yang nantinya akan kita upload ke Moodle.

Cara Meng-upload File SCORM ke Moodle :

1. Masuklah ke Course anda dan aktifkan Mode edit dengan mengeklik Turn editing On.

2. Tambahkan Resource baru dengan mengeklik Add a resource dan pilih IMS Content Package.

Maka halaman “Adding a new IMS content packageHelp with IMS content package” akan ditampilkan :



Isikan :

Name : dengan Judul Bahan Ajar

Description : dengan Deskripsi bahan ajar

Choose a file : Klik dan pilih file berformat SCORM (zip) yang akan diupload ke Moodle, jika sudah klik Upload this file

3. Klik Save and return to course.

Maka akan ditampilkan bahan ajar yang baru saja anda upload:



Jika anda klik, maka akan tampil :

4. Selanjutnya aturlah tampilan presentasi anda tersebut supaya bisa terlihat penuh (fullscreen) dengan mengubah Settingan SCORM Package pada :

Setting > Site Administration > Plugins > Activity Modules > SCORM Package.

Pada bagian Width dan Height, berilah nilai mulai dari 100px – 800 px, atau anda bisa memberi nilai dalam bentuk 100%, misalnya 80% dst.

Berilah tanda centang (checklist) pada bagian Allow windows to resized dan Allow window to be scrolled.

Dan Klik tombol Save changes.

Untuk melihat presentasi secara Fullscreen, klik pada bagian kanan bawah Flash Playernya :